Tampilkan postingan dengan label Pustaka Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pustaka Kerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

Kunci Sukses Merencanakan Karier


PERENCANAAN karir bukanlah aktivitas yang harus dilakukan sekali. Sebaiknya dilakukan secara teratur. Mengingat bahwa rata-rata pekerja mengalami perubahan karier dalam hidupnya. Perencanaannya tidak perlu ditakuti atau ditunda. Melainkan Anda diberi kebebasan mencapai tujuan karier Anda.

Berikut ini beberapa tips yang membantu Anda mencapai perencanaan karier yang sukses seperti dikutip quintcareers:

Senin, 02 Januari 2012

10 Kalimat Terlarang untuk Si Bos


SERINGKALI kita menemukan aturan tak tertulis di kantor. Salah satunya, bagaimana harus menghadapi atasan. Misalnya, bagaimana harus berbicara dan berperilaku di depan atasan, agar Anda tidak dianggap sok tahu, menjilat, atau tidak tahu diri. Untuk itu, Anda perlu mengamati hal-hal yang tidak seharusnya Anda ucapkan kepada atasan.

1. Membanggakan diri. "Saya kemarin sudah membantu dia untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sampai selesai." Kalimat membanggakan diri seperti ini sebaiknya Anda hindari. Mungkin, Anda ingin memberitahu atasan bahwa Anda sudah bekerja keras, namun sadari bahwa kalimat ini seperti mendikte bos Anda untuk memberikan penilaian baik kepada Anda. "Sebaiknya, jangan menangani setiap pekerjaan baru yang bukan pekerjaan Anda sebelum mendapat izin dari atasan Anda terlebih dulu," ungkap konsultan karier Tony Lee.

Selasa, 29 November 2011

5 Pengeluaran yang Terkait Pekerjaan


PENGELUARAN rutin bulanan Anda terkait erat dengan keperluan pekerjaan. Boleh jadi biaya yang terkait dengan pekerjaan ini porsinya besar dan menguras isi dompet.

1. Transportasi.
Biaya transportasi dari rumah ke kantor membutuhkan anggaran tinggi. Besarnya biaya transportasi dipengaruhi oleh jarak dan frekuensi. Baik menggunakan kendaraan sendiri atau kendaraan umum.

Rabu, 13 Juli 2011

6 Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan


PERFORMA kerja seseorang bisa dilihat dari berbagai aspek, salah satunya bagaimana kita bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja. Jangan berharap Anda bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.
Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?

Jumat, 08 Juli 2011

6 Tips Meredakan Konflik dengan Rekan Kerja


BEKERJA dalam tim kerap kali mengalami kendala dan memicu terjadinya konflik. Perselisihan yang terjadi bisa menimbulkan stres dan penurunan produktivitas bagi orang yang terlibat di dalamnya.

Agar konflik tidak berlarut-larut, ikuti beberapa langkah berikut ini untuk mengatasi pertikaian dan kecanggungan dengan rekan kerja, seperti dikutip dari eHowdan wolipop.

Rabu, 06 Juli 2011

5 Tips Buat Bos Terkesan


INGIN karir dapat meningkat? Buatlah si bos terkesan. Tapi bukan hanya bermanis-manis di hadapan bos, pakailah cara-cara berikut ini!
Ada cara smart dan elegan untuk memenangkan hati atasan Anda. Seperti dikutip Times of India, berikut tipsnya!

Tepat waktu
Datanglah tepat waktu setiap hari karena tanpa sadar bos Anda selalu memantau anak buahnya yang sering telat.

Selasa, 27 April 2010

Kiat Berpresentasi Dengan Mantap

SIAPA berangkat tanpa persiapan, akan pulang tanpa kehormatan. Begitu bunyi ungkapan khas Perancis yang berkenaan dengan teknik berbicara di depan umum, termasuk berpresentasi. Maka, jika suatu ketika Anda diminta mempersiapkan presentasi atau setidaknya membantu bos Anda berpresentasi, persiapkanlah dengan baik. Nah, berikut ini tips-tips yang berkenaan dengan seluruh aspek presentasi:

Anda menginginkan semuanya seperti yang Anda harapkan? Jika Anda menginginkan kursi-kursi, podium dan layar berada pada posisi-posisinya yang tertentu, buat dan kirimkanlah sketsa set up ruangan sebelum waktu presentasi.

Tempatkanlah slide judul pada layar sebelum presentasi dimulai. Orang-orang yang datang akan segera tahu bahwa mereka tidak salah lokasi/ruangan, dan dapat mengetahui nama Anda. Menempatkan judul presentasi, nama Anda (ataupun bos Anda), dan juga logo perusahaan pada slide awal sebelum memulai presentasi adalah termasuk suatu bentuk pengiklanan. Hal ini juga menjadikan orang mengetahui bahwa mereka telah berada di ruangan yang benar.

Gunakan hanya layar proyeksi. Jangan melakukannya dengan menggunakan white board, tembok, atau permukaan lainnya. Pasalnya, benda-benda tersebut bersifat memantulkan cahaya yang akan sangat mengganggu para peserta presentasi. Bukankah Anda tidak ingin dicap kurang profesional?

Jumlah kursi terlalu berlebih dari jumlah peserta yang diharapkan? Sediakan selalu segumpal bola tali dan gunakanlah untuk menyusun dan mengikat kelebihan kursi-kursi tersebut di bagian belakang ruangan. Sehingga, para peserta dapat lebih terkonsentrasi ke depan ruangan.

Melihat gambaran secara utuh. Berpikirlah pada setiap slide atau tampilan yang dipresentasikan sebagai bagian dari presentasi Anda secara keseluruhan, tidak per-slide. Sebagai persiapan presentasi, perlihatkan slide-slide tersebut di layar dan pelajarilah hubungan diantaranya pada saat pergantian slide. Hindari lebih dari empat atau lima tampilan diagram yang berurutan. Variasikan di dalamnya dengan clip art, foto-foto dan data tabel.

Membantu menjalin hubungan kerja. Pada saat-saat tertentu, terutama ketika seminar dan pelatihan, doronglah para peserta untuk saling memperkenalkan diri di sekitarnya. Tampilkan slide sesaat sebelum istirahat yang beridekan perkenalan sehingga dapat menciptakan suasana yang lebih akrab.

Apakah Anda menggunakan laptop atau monitor yang lebih besar? Hindarilah peletakan keyboard yang merepotkan Anda dan sukar Anda raih; kumpulkan alat-alat yang lain atau mouse di dalam sebuah boks. Atau Anda dapat juga meletakkan keyboard di atas monitor sehingga Anda dapat berdiri dengan tegak. Jangan pernah duduk di belakang monitor, dimana para peserta melihat hanya bagian belakang tubuh Anda.

Tahu bagaimana cara melepaskan dengan cepat slide yang terjepit pada proyektor. Jangan gunakan ujung pulpen Anda untuk mencungkilnya. Hal ini akan membuat slide Anda menjadi tergores. Ikutilah prosedur yang berlaku terhadap alat proyektor tersebut. Berlatihlah untuk menghadapi hal-hal semacam ini. Jika ada gangguan yang terulang, Anda akan dapat menanganinya dengan baik.

Gunakan presentasi yang interaktif, terutama untuk workshop. Doronglah peserta untuk mau berbagi masalah yang kontekstual. Dengan seizin mereka juga, undanglah solusi dari para peserta yang lain, atau Anda dapat menawarkan untuk menolong secara pribadi.

Gunakan "boks presentasi" bersama dengan seluruh perlengkapan Anda. Boks ini memuat alat-alat seperti baterai cadangan, senter, peralatan untuk menyambung kabel, kabel penyambung, steker, dan segumpal bola tali. Juga termasuk di dalamnya dua macam daftar tulisan, yang pertama adalah peralatan yang dibutuhkan dalam mempersiapkan ataupun membongkar dan yang kedua adalah peralatan yang dibutuhkan ketika berpresentasi. Anda dapat mem-fotocopy daftar-daftar tersebut sehingga Anda tidak harus berpikir ulang mengenai peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam setiap presentasi yang akan Anda lakukan.

Sumber : kompas.com

Kamis, 18 Februari 2010

Lima Kunci Jadi Bos yang Baik dan Disukai

MASIH ingat betapa menyebalkan bos seperti Miranda Priestly di film The Devil Wears Prada atau Michael Scott di serial The Office? Sebagai seorang atasan, Anda tentu ingin dihormati dan dipercaya oleh para staf di kantor. Simak sejumlah kiat berikut ini untuk membuat diri Anda menjadi bos yang baik dan disenangi karyawan.

Menurut Dr. A.J. Schuler, presiden Schuler Solutions, sebuah firma konsultan pengembangan kepemimpinan dan perubahan organisasional di Alexandria, tantangan terbesar yang dihadapi seseorang untuk menjadi bos yang baik adalah belajar membiasakan diri terhadap otoritas, terutama jika otoritas itu merupakan sesuatu yang baru.

Berikut ini adalah lima tip yang diberikan Schuler tentang bagaimana menjadi bos yang baik:

1. Keramahan dan otoritas
Sangat penting bagi Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalankan gaya manajemen yang tidak terlalu keras, tapi juga tidak terlalu lembek. Jika memimpin dengan gaya terlalu keras, karyawan bisa membenci Anda karena bersikap seperti diktator layaknya Miranda Priestly. Sebagai atasan, Anda perlu menjadi seseorang yang disukai dan bisa didekati, namun juga dihormati perintah dan tuntutannya.

2. Keunikan karyawan
Menjadi bos yang baik berarti Anda mampu mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang tajam dan belajar bagaimana cara mengukur tabiat masing-masing karyawan. ''Anda harus menciptakan pemahaman individu mengenai bagaimana cara memotivasi setiap karyawan,'' saran Schuler. Bos yang baik mampu menemukan jawaban dari setiap pertanyaan ini dengan menjalin kontak yang cukup dekat dengan para karyawannya, melalui dialog terbuka.

3. Dapat diakses
Banyak atasan yang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga mengabaikan karyawannya. Atasan yang baik, di sisi lain, menciptakan kesempatan untuk membuka percakapan dengan orang-orang di sekelilingnya. Sebagai seorang bos, pastikan Anda berbicara dengan para karyawan dan mendengarkan secara aktif.

4. Pendelegasian tugas
Kemungkinan besar Anda terpilih menjadi bos karena memiliki keterampilan dan potensi meraih kesuksesan dalam jangka panjang bagi perusahaan. Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak akan mampu tercapai jika Anda tidak mampu memercayai karyawan melakukan pekerjaan tanpa campur tangan Anda secara mendetail. Bos yang baik memahami dan menghargai nilai pendelegasian tugas. Latih karyawan Anda untuk mengambil alih detail, bantu mereka meraih sukses, dan biarkan mereka melakukan pekerjaannnya selagi Anda berupaya memajukan perusahaan.

5. Menemukan mentor
Seorang bos pun tetap memerlukan mentor. Setiap orang, mulai dari karyawan tingkat pemula sampai kepala perusahaan memerlukan seorang mentor sebagai tempat meminta saran.


Sumber : mediaindonesia.com

Selasa, 26 Januari 2010

Mau Cepat Hamil Ikuti 8 Tip Berikut

JIKA sang buah hati yang dinanti-nanti belum juga datang, Direktur Morula IVF Jakarta dan Wakil Direktur Bundamedik Healthcare System Jakarta, Dr Ivan R. Sini memberikan kiatnya untuk Anda. Cobalah tips-tips berikut ini untuk memperoleh kehamilan sukses.

1. Jika anda dan pasangan saat ini sedang mengkonsumsi pil KB, hentikan konsumsi pil tersebut.

2. Tunggu hingga 3 kali siklus mens agar tubuh kembali beradaptasi setelah berhenti minum pil sebelum mencoba untuk hamil.

3. Selain didukung dengan mengkonsumsi vitamin, nutrisi dan suplemen sehat, lakukan hubungan seks tanpa pelindung saat berovulasi. Sel sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi selama 2-3 hari.

4. Saat yang baik untuk berhubungan seks adalah setiap hari beberapa hari sebelum ovulasi. Misalnya, jika wanita pada umumnya berovulasi pada hari ke-14, baik untuk berhubungan seks di hari ke 12, 13 dan 14 siklus menstruasi.

5. Selain itu, jika waktunya tepat, orgasme pada wanita dapat membantu terjadinya konsepsi. Ingatlah bahwa normal untuk menunggu hingga lebih dari 12 bulan sebelum kehamilan terjadi.

6. Kondisi mental juga memegang peranan penting dalam mempersiapkan tubuh untuk mengandung. Jika anda tidak stabil secara mental dan emosional akibat depresi atau stres, maka akan sulit untuk mengandung. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang baik, sehingga orang-orang terdekat dapat membantu selama proses ini berlangsung.

7. Nah, pada saat mens terlambat 1 hari, coba lakukan tes kehamilan dini untuk mengetahui apakah usaha anda telah membuahkan hasil.

8. Jika usaha yang anda dan pasangan lakukan belum berhasil, jangan menyerah. Periksakan diri ke dokter dan ulangi terus langkah-langkah tersebut di atas setiap bulannya hingga anda berhasil mengandung.

Kesulitan memiliki anak merupakan ketakutan dan kegelisahan yang dimiliki setiap pasangan menikah. Dan belum tentu hal tersebut merupakan kegagalan permanen. Dengan sedikit pengetahuan dan perubahan gaya hidup sehat, bisa menjadi jawaban tepat untuk memperoleh keturunan! (Dr Ivan R. Sini - Direktur Morula IVF Jakarta dan Wakil Direktur Bundamedik Healthcare System Jakarta).

Sumber : kompas.com

Kamis, 05 November 2009

Selingkuh di Kantor Apakah Berbahaya

OFFICE affair atau perselingkuhan di tempat kerja patut diwaspadai. Karena kantor atau tempat kerja sering menjadi asal mula terjadinya hubungan selingkuh. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Tetapi, dampak buruknya tidak main-main, bisa merusak hubungan keluarga, merusak karier, merusak kepercayaan dan nama baik.

Selingkuh di Kantor
Pernyataan bahwa kantor atau tempat kerja menjadi "tempat subur" terjadinya perselingkuhan bukannya tanpa alasan. Di tempat ini memang sangat memungkinkan terjadinya hubungan percintaan antar karyawan dan akan menyebabkan masalah bila hubungan percintaan menjerat seseorang yang telah menikah. Beberapa alasan dapat tumbuh benih-benih cinta di tempat kerja adalah:

· Seringnya pertemuan
Bila dihitung persentase jam selama sehari, kantor adalah salah satu tempat terbanyak kita menghabiskan waktu setiap hari. Sebagai karyawan, Anda akan bekerja selama kurang lebih 8 jam sehari. Pertemuan ini berlangsung 5 atau 6 hari selama seminggu, maka secara persentase jumlah waktu yang dihabiskan dengan teman kantor lebih banyak dibandingkan dengan suami atau istri.

· Tempat pelarian dari masalah keluarga
Hidup berumah tangga tentu tidak bebas dari masalah. Saat terjadi masalah, mungkin ada yang mencari jalan keluar dengan cara curhat dengan teman kantor. Bila curhat ini Anda lakukan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis, bisa saja Anda merasakan kenyamanan semu dan mengganggapnya lebih menyenangkan dibandingkan dengan pasangan hidup. Jika proses ini terus berlangsung akan menghasilkan sikap romantis kepada rekan kerja yang pada akhirnya bisa menjadi pemicu perselingkuhan.

· Penampilan terbaik adalah selama berada di kantor
Kebanyakan dari kita bekerja dimulai dari pagi hari. Waktu ini adalah saat kita masih merasa segar baik secara fisik maupun emosi. Wajah terlihat segar yang akan menambah kecantikan. Belum lagi tambahan make up dan parfum yang membuat kita semakin sempurna. Sedangkan waktu yang kita habiskan bersama pasangan adalah saat kita telah kehabisan energi, saat itu kita mungkin lelah sehingga penampilan tidak menarik.

· Nilai moral yang turun
Dahulu, perceraian dianggap sebagai tidakan yang tidak baik. Tetapi kini hal itu dianggap wajar. Salah satu penyebabnya adalah nilai moral yang rendah yang mungkin kita dapat dari berbagai media hiburan seperti di televisi, lagu, atau Internet yang menyampaikan kesan bahwa perselingkuhan dan perceraian adalah sesuatu yang wajar.

Akibat Perselingkuhan
Perselingkuhan dalam kantor bukanlah tanpa akibat yang buruk. Perasaan teman hidup yang tidak bersalah tentu akan menjadi korban. Perasaan dikhianati ini tidak dapat hilang dalam waktu sebentar karena dapat menyebabkan trauma baik bagi teman hidup maupun anak-anak. Akibatnya, perceraian yang bisa melukai perasaan anak dapat terjadi.

Hubungan terlarang di kantor ini biasanya akan menjadi gosip yang menarik di kantor. Bila Anda terbukti berselingkuh, bisa jadi Anda kehilangan pekerjaan bila perusahaan tidak mau citra perusahaan menjadi rusak. Meskipun perusahan tidak mengambil tidakan tegas, tetapi Anda akan kehilangan wibawa dari bawahan Anda. Nama baik Anda dapat tercemar karena tidak setia. Sebutan "tidak setia" atau "perusak rumah tangga" dapat disandang. Belum lagi, bila pasangan hidup Anda atau selingkuhan Anda datang ke kantor sambil marah-marah yang akan menarik perhatian karyawan lainnya. Kemungkinan lain adalah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan, Anda tentu akan merasakan malu.

Tips Menghindari Perselingkuhan
Melihat banyaknya kerugian dari perselingkuhan, maka walaupun alasan-alasan diatas dapat menjerat semua orang, tetapi kita tentu akan mempertahankan keluarga. Maka, agar tidak memancing hubungan cinta terlarang di kantor, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

· Jangan jadikan rekan kerja lawan jenis Anda sebagai tempat curhat
Komunikasi terbaik harus terjadi antara suami dengan istri serta sebaliknya. Hendaknya dicari solusi agar masalah keluarga dapat dihilangkan. Masalah dalam keluarga bukanlah sesuatu yang terlalu besar sehingga tidak dapat dipecahkan bersama.

· Jangan memulai atau terlibat dari perkataan yang berisi rayuan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis
Perkataan yang diucapkan seorang teman kerja, walaupun hanya berupa gurauan hendaknya tidak ditanggapi. Perasan tersanjung dapat menjadi awal mula timbulnya perasaan asmara.

· Memajang foto keluarga atau pasangan di meja kerja
Dengan memajang foto keluarga atau pasangan di meja kerja, akan diingatkan bahwa Anda memiliki pasangan hidup dan anak-anak yang sangat ingin berkumpul dengan Anda. Memasang foto bergambar keharmonisan keluarga dapat membuat penggoda Anda untuk berpikir ulang untuk menggoda Anda. Hal ini dapat menjadi perlindungan bagi Anda.

· Gunakan pakaian yang sopan
Hindari untuk memilih pakaian yang terlalu terbuka atau minim karena hal ini dapat merusak konsentrasi rekan lainnya atau bahkan menjadi bahan ejekan atau menjadi bahan rayuan teman.

· Jangan selalu pergi berdua dengan teman kerja yang sama
Baik untuk makan siang, pulang pergi hendaknya tidak dilakukan hanya berdua dengan rekan sekerja yang sama terus-menerus. Ajaklah beberapa orang lainnya untuk menemani.

Hubungan selingkuh meski sudah umum bukanlah sesuatu yang bermanfaat. Perselingkuhan bukanlah hal baik, sebaliknya hal ini perlu dihindari agar tidak ada pihak yang terluka maupun dapat merusak diri sendiri. Utamakan pasangan dan keluarga Anda serta pertahankan perkawinan Anda!

Sumber : kumpulan.info

Senin, 08 Juni 2009

Tips Menghadapi Bos Galak

ADA berbagai tipe dan model bos yang kurang bersahabat. Contohnya, ada yang rewel mengenai format font pada setiap E-mail yang anda kirim. Ada yang memperlakukan anda sebagai asisten pribadinya, ada juga yang senang mengambil keuntungan dari apa yang telah anda perjuangkan dan masih banyak lainnya. Apapun tipe bos anda, tetap saja mereka tidak bisa anda hiraukan dan mau tidak mau anda memang harus melaporkan semua kegiatan anda kepadanya. berikut ini adalah 5 tips yang mungkin saja berguna bagi anda dalam menghadapi bos anda, sebelum berakibat pada kesehatan ataupun rasa percaya diri anda drop.

Tips #1 Selalu terlihat tenang
Seburuk apapun situasi dan kondisi ketika anda berhubungan dengan bos anda, upayakan agar anda selau terlihat tenang dan bersikap seperti anda memiliki penyelesaian atas masalah yang dihadapi. Jangan pernah sekali-kali terpancing dan ikut marah, karena hal ini akan memperburuk keadaan, mempengaruhi reputasi anda. Perlu anda perhatikan, tidak semua orang menyadari apa yang dilakukannya. Jadi pendekatan secara terarah, terencana dan tidak menyerang langsung adalah jalan terbaik untuk menghadapi bos anda.

Tips #2 Bersikap professional
Pastikan pembicaraan anda terlihat profesional seperti dalam meeting dengan client. Anggap saja bos anda adalah orang yang tidak anda kenal sama sekali. Perhatikan nada bicara, usahakan selalu netral dan upayakan juga apa yang anda pikir dan bicarakan bisa anda pertangung-jawabkan. Jangan pernah komplain tentang apa yang salah, atau membicarakan masalah kesalahan management, dan yang paling penting jangan pernah membicarakan hal pribadi didepan bos anda.

Tips #3 Komunikasi dengan tulisan
Terkadang tulisan lebih bisa diterima oleh bos anda dibandingkan dengan diskusi langsung. Dalam hal ini yang kami maksud tulisan adalah E-Mail. Karena E-Mail merupakan catatan resmi perusahaan. Dengan E-Mail juga memungkinan bos anda untuk membacanya lebih teliti. Secara tidak langsung anda juga sudah melindungi diri anda sendiri jika terjadi kesalahan, karena sudah ada dalam catatan resmi perusahaan. Pastikan bahasa yang anda gunakan juga bahasa yang professional dan tidak berbelit-belit dan membingungkan.

Tips #4 Pastikan masalah anda hanya anda yang tahu
Sebaiknya jangan pernah anda langsung menghadapi bos anda didepan public (rekan kerja), karena sudah bisa dipastikan bahwa anda akan dihiraukan karena bos anda menggangap anda sudah menentang kekuasaannya. Dan juga jangan pernah anda membicarakan hal itu kepada rekan kerja anda, walaupun mereka terlihat setuju dengan anda. Tidak baik untuk menciptakan suasana kerja bertambah keruh.

Tips #5 Jangan biarkan bos anda mempengaruhi kinerja anda
Jangan pernah anda menjadi malas dalam melakukan pekerjaan anda diakibatkan oleh hal ini. Ingatlah itu adalah profesi profesional anda yang pertaruhkan. Cobalah berpikir sekali lagi, jika konflik anda dengan bos sudah mencapai management atas, apakah management akan percaya kepada anda atau bos anda? yang notbene anda tidak bekerja dengan baik karena konflik ini.

Jika semua hal diatas sudah dilakukan namun anda masih gagal, cobalah datang ke Human Resource untuk membicarakan hal ini, tapi harus diingat ini adalah hal paling akhir yang anda lakukan, karena jika seorang karyawan terlalu sering datang ke HR, biasanya akan dicap karyawan yang bermasalah. Tentu saja bukan juga berarti anda harus diam saja menyimpan semua masalah anda yang mungkin akan berakibat pada kesehatan atau rasa percaya diri anda dan tidak lama juga akan mempengaruhi kehidupan pribadi anda. Tidak ada salahnya anda memperjuangkan lingkungan kerja yang baik dan nyaman asalkan anda lakukan dengan tata krama dan sopan santun.

Sumber : boleh.net.id

Minggu, 07 Juni 2009

Tips Menghadapi Bos Berkarakter ‘Sulit’

ATASAN atau bos Anda di kantor sangat menyebalkan? Sekesal dan sedongkol apapun Anda pada sikapnya, mau tak mau Anda tetap harus bisa berhadapan dengan bos yang memiliki karakter sulit. Berikut beberapa tipe bos dengan karakter sulit bagi anak buahnya:

Tipe Otoriter
Bos tipe ini sangat mendewakan jabatan dan kedudukannya, umumnya mereka gemar sekali memberi perintah. Meski memberi perintah adalah salah satu tugasnya, tapi cara mereka mengeluarkan perintah umumnya sinis. Tak heran jika bos tipe ini sering membuat anak buahnya ‘jantungan’, stres dan tak nyaman.

Tapi tak perlu takut dan khawatir, se-otoriter apapun seseorang, selalu ada cara untuk menghadapinya. Sikap atasan yang ‘bossy’, umumnya karena ia membutuhkan pengakuan dari lingkungan bahwa dirinya punya kekuasaan.

Trik menghadapinya:
1. Minta persetujuan
Setiap kali Anda ingin melakukan suatu pekerjaan, jangan lupa minta persetujuan dan pendapat bos. Sebab bos yang otoriter, biasanya lebih suka jika dimintai pendapatnya. Coba untuk selalu menyamakan pendapat, sehingga Anda menemukan kecocokan dengannya.

2. Hindari konfrontasi
Bila ingin memberi usul membangun, jangan ragu untuk menyampaikannya pada si bos. Asal dikemukakan tanpa menimbulkan konfrontasi. Bos yang otoriter, biasanya tidak suka bertele-tele. Sampaikan laporan secara singkat, padat tapi jelas. Tunjukkan bahwa Anda mampu bekerja dengan praktis tanpa mengurangi bobot pekerjaan.

3. Pujilah bos
Orang yang ’sulit’ seperti ini, biasanya selalu ingin dihargai. Mereka ‘haus’ akan sanjungan dan kehormatan, sehingga pujilah ia sesekali. Di lain waktu, kritiklah tindakannya yang mengganggu. Katakan kalau Anda ingin melakukan yang terbaik dan akan lebih mudah melakukannya jika kondisi lingkungan mendukung. Jangan lupa untuk menyampaikannya dengan halus dan sopan.

Tipe Perfeksionis
Bos yang perfeksionis selalu menuntut bawahannya untuk melakukan pekerjaan sebaik yang ia inginkan, meski tidak ada satupun pekerjaan yang sebaik ia kerjakan. Ia menggunakan standar pribadi dalam menilai pekerjaan anak buahnya, sehingga cenderung lebih suka mengerjakan segala sesuatu sendirian. Kalaupun terpaksa mendelegasikan pekerjaan ke anak buah, setiap saat pekerjaan itu akan terus diperiksanya. Meski sudah bekerja maksimal, siap-siaplah menerima kritik ‘pedas’ darinya.

Jangan putus asa dulu menghadapi bos tipe ini, sebab masih ada trik untuk menghadapinya:
1. Rebut kepercayaannya
Berusahalah mendapatkan pekerjaan yang biasanya ia kerjakan sendiri, sebab bos yang perfeksionis banyak menyimpan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Coba amati apa tugas-tugas yang tertunda adalah akibat kesibukannya, lalu ajukan diri untuk menyelesaikan tugas tersebut.

2. Lebih inisiatif
Jika biasanya Anda menutup telinga rapat-rapat dari omelan dan kritikannya, kini simak dengan seksama. Dari kritikan dan omelannya, Anda akan tahu standar seperti apa yang digunakan si bos. Usahakan sebelum ia menanyakan dan mengecek pekerjaan Anda, Andalah yang berinisiatif melaporkannya.

3. Jangan takut bertanya
Anda tidak perlu takut bertanya dengan tipe bos seperti ini, apalagi jika ada sesuatu yang kurang jelas. Jangan pula mengharapkan pujian dari seorang bos yang perfeksionis, sebab bos tipe ini pelit pujian. Lagi pula, Anda bekerja bukan untuk mendapatkan pujian bukan? Jangan lupa pula untuk senantiasa melaporkan setiap kali Anda menyelesaikan satu tahap pekerjaan.

Tipe Temperamen
Bos tipe ini umumnya menakutkan dan menjengkelkan, sebab sikapnya selalu diliputi emosi dan mudah sekali ‘meledak’. Kemarahannya akan membuat seisi kantor ciut. Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan anak buah, akan membuatnya marah.

Saking seringnya marah, anak buahnya bahkan tidak tahu lagi apa yang membuatnya marah. Sehingga meski tidak dalam keadaan marah pun, anak buahnya akan selalu siap siaga menghadapi kemarahannya.

Punya bos yang temperamental memang merepotkan, sebab belum apa-apa sudah sport jantung duluan. Mau ini salah, mau itu takut. Tapi jangan khawatir, sebuas apapun si bos masih ada cara untuk menghadapinya:

1. Santai saja
Segarang apapun si bos, ia tetap manusia yang punya hati dan perasaan, jadi santai saja. Tetap tenang saat menghadapinya, hindari bersikap kaku dan tenang yang diperlihatkan dari ekspresi wajah Anda. Hindari memberikan ekspresi ketakutan, seperti terus menerus menunduk dan menghindari bertatapan mata dengannya.

2. Jangan banyak bercanda
Jangan sekali-kali melontarkan lelucon bila ia sedang serius, meski bermaksud untuk mencairkan suasana, tapi bila lelucon Anda ‘tidak pas’ maka bersiap-siaplah menerima dampratannya. Bersikaplah dengan pikiran terbuka dan positif, hindari menginterupsi ucapannya terlalu sering sebab akan memicu kemarahannya. Jika ingin menyampaikan sesuatu, carilah kesempatan yang tepat. Katakan dengan suara yang tenang dan tidak terlalu cepat, tapi juga jangan terlalu lamban. Pilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan situasi serta kondisi.

3. Jangan mengeluh
Bertanggungjawablah dengan tugas-tugas keseharian Anda dan jangan coba-coba mengeluh di depannya. Bila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk menanyakannya. Bos yang galak lebih suka Anda bertanya daripada pura-pura mengerti. Menghadapi anak buah yang sering mengeluh dan ‘lamban’ hanya akan membuatnya ’senewen’ dan tambah galak. Tapi bos temperamental juga biasanya lebih ‘fair’ dan objektif dalam menilai anak buah.

Sesulit apapun tipe bos yang Anda hadapi, hadapilah dengan kejelian dan kepekaan dalam mengamati perilaku dan kebiasaannya. Sehingga Anda pun akan tahu kapan harus bertindak, dan kapan harus menunda.

Ingatlah, bos yang sulit akan semakin sulit jika menghadapi bawahan yang sulit pula. Jadi, tak ada salahnya Anda menjadi bawahan yang supel tanpa harus sering-sering makan hati. Bagaimana, Anda setuju?

Selasa, 02 Juni 2009

Profesi yang Tepat Untuk Si Introvert

MESKI terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja.

Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga.

Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut psikolog asal Swiss yang juga menemukan istilah “introvert”, Carl Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan.

Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis.

Beberapa profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert, jika dibekali pelatihan yang tepat, antara lain adalah:

Insinyur peranti lunak komputer
Jenis pekerjaan ini menarik minat bagi tipe kepribadian introvert karena profesi semacam ini mengharuskan si pekerja untuk bekerja secara independen untuk menyelesaikan masalah tergantung kebutuhan pengguna peranti lunak tersebut. Jenis pekerjaan ini dibutuhkan ijazah di bidang komputer. Untuk selalu bisa berkompetisi di bidang ini, seseorang harus terus mau meng-update kemampuan dan pengetahuannya sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Akuntan dan auditor
Karena para introvert sangat berbakat dalam memecahkan masalah, mampu menjalankan analisis sendiri, dan mampu mengembangkan strategi jangka panjang, maka profesi akuntan bisa tergolong cocok untuk mereka. Dibutuhkan pendidikan di bidang akuntan dan finansial untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang ini.

Desainer grafis
Di bidang ini, para pekerjanya bebas menginterpretasikan imajinasinya. Kebanyakan, para rekan kerja atau atasannya akan melihat hasil kerjanya di akhir, dan membiarkan si pekerja mendesain grafisnya sendiri. Bidang yang sangat bertumbuh belakangan ini akan banyak dibutuhkan di bidang periklanan, penciptaan games, atau animasi. Tak selalu diperlukan pendidikan yang amat mendalam di bidang ini.

Teknik sipil
Dengan semakin bertumbuhnya negara, maka akan makin dibutuhkan teknik sipil untuk memperhitungkan segala hal yang butuh perhitungan saat pembangunan bangunan. Dibutuhkan pendidikan khusus di bidang ini, jika menambahkan pengetahuan seputar lingkungan dan green engineering, maka Anda akan menjadi seorang teknik sipil yang amat dicari.

Analis riset pasar
Tipe pekerjaan ini mengumpulkan data bagaimana pasar berpikir dan kecenderungannya, dan hasilnya akan membantu perusahaan untuk menggapai pasarnya. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan pelatihan riset metodologi, statistik, marketing, tren sosial, ekonomi, psikologi, dan lainnya. Diperkirakan, profesi ini meningkat sebanyak 20 persen dari tahun 2006 hingga 2016.

Sumber : kompas.com

Selasa, 26 Mei 2009

Hemat Makan Siang di Kantor

JAM makan siang pasti ditunggu-tunggu setiap karyawan. Saatnya Anda membuka buku menu di restoran depan kantor, memilih makanan, lalu mengobrol dan tertawa dengan teman-teman. Namun, tawa Anda takkan berlangsung lama ketika pelayan resto menyodorkan bon ke meja makan Anda. Meski hati tidak rela membayar sejumlah yang ditagihkan, Anda tetap harus membuka dompet, bukan? Agar situasi seperti ini tak perlu sering terjadi, coba intip tips berikut ini!

Berburu tempat makan murah meriah
Gunakan waktu makan siang untuk mencari tempat di mana saja, yang bisa mendukung rencana berhemat Anda. Cek kapan restoran favorit Anda menggelar acara dengan potongan harga khusus. Pasang mata baik-baik, umumnya kafe atau rumah makan baru selalu memberikan penawaran yang menarik.

Patungan dengan teman. Anda mungkin termasuk orang yang sering menyisakan makanan, entah karena porsinya yang terlalu besar untuk Anda, atau tak sanggup menghabiskan makanan gara-gara lapar mata. Daripada membuang makanan, ajak teman yang lambungnya juga terbatas untuk berbagi makanan. Hasilnya, Anda cukup membayar Rp 5.000,- untuk kwetiau goreng seharga Rp 10.000,-.

Pesan setengah porsi. Semakin bertambah usia perempuan, biasanya semakin sedikit porsi makannya. Sekali lagi, daripada membuang sisa nasi padang yang masih separuh porsi, kenapa tidak memesan setengah porsi saja sejak awal? Selisih harganya mungkin hanya Rp 1.000,- - Rp 2.000,-, namun intinya Anda sudah membiasakan diri untuk berhemat.

Lupakan si kartu plastikSisihkan uang tunai dalam jumlah secukupnya untuk setiap makan siang Anda, tinggalkan kartu kredit di bagian paling dalam lemari pakaian Anda. Dengan begitu, Anda akan patuh pada jumlah uang yang sudah disiapkan sebelumnya.

Hindari hidangan utamaJika tak bisa menolak ajakan klien atau teman-teman untuk makan siang di luar kantor, Anda tetap bisa berhemat. Caranya, cukup dengan memesan makanan pembuka, dan pilih air mineral sebagai pengganti soft drink. Cara ini lebih sehat, dan tentu saja murah.

Coffee break hematSisihkan uang dalam jumlah tertentu untuk coffee break pukul 16.00 di kantor. Jangan kelewat sering membeli cappuccino, manfaatkan saja mesin kopi yang sudah disediakan kantor. Atau, coba cappuccino instan yang bisa Anda beli di supermarket terdekat. Untuk urusan makanan kecil, jangan biasakan lapar mata dan memborong snack yang ada di hadapan Anda. Beli secukupnya, lalu makan sampai habis. Selain badan Anda tak jadi gemuk gara-gara kebanyakan ngemil, bos juga tak akan mendelik tajam karena Anda terlalu lama mengambil waktu break!

Pilih-pilih tempatBertemu teman-teman bukan berarti Anda harus menguras habis isi dompet. Jika punya rencana hang out di akhir pekan, sementara hari gajian masih jauh, buat saja janji pada jam makan siang. Anda tak perlu keluar biaya ekstra untuk kongkow, kan?

Tips menyimpan uang recehJika waktu gajian masih cukup lama, ada baiknya Anda mulai belajar mengumpulkan uang receh. Dengan mengumpulkan uang receh, peribahasa "Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit" bisa Anda wujudkan.

Berikut ini beberap tips yang bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin menabung uang receh:
1. Simpan selalu uang receh yang Anda miliki, misalnya dari uang kembalian dari makan siang di kantin, naik angkot, atau membeli camilan.

2. Sediakan celengan di meja kantor Anda. Pilih yang berukuran cukup besar. Anda bisa pilih
celengan yang mudah dibuka tanpa harus dipecah atau dirusak. Celengan ini bisa dijadikan tempat menampung uang receh Anda selama jangka waktu tertentu.

3. Sediakan juga celengan di rumah. Pilih celengan yang bisa dikunci untuk mencegah seringnya pengambilan uang yang Anda simpan. Ajak anggota keluarga Anda untuk mau bekerjasama menyisihkan uang receh ke dalam celengan.

4. Jangan terlalu lama menyimpan uang receh di celengan. Mungkin Anda bisa mulai berpikir untuk membuka tabungan khusus untuk uang receh Anda, setiap celengannya penuh.

5. Jika membutuhkannya, Anda bisa menggunakan uang receh tabuangan Anda. Sisakan uang receh Anda di celengan, hingga celengannya penuh lagi.Dengan menyisihkan uang-uang receh yang Anda miliki, bukan berarti Anda harus jadi pelit. Yang terpenting, jangan sekali-kali meremehkan hal-hal kecil, termasuk uang kecil.

Sumber : kompas.com

Senin, 25 Mei 2009

Trik Hadapi Penilaian Buruk Atasan

PENILAIAN tahunan yang dilakukan atasan sebenarnya hampir bisa dikatakan sama dengan penilaian keseluruhan kinerja Anda oleh perusahaan. Penilaian ini tentu sangat dipengaruhi oleh masukan dari atasan. Oleh karena itu, Anda perlu benar-benar meningkatkan kewaspadaan ketika mendapat penilaian yang buruk dari atasan. Perhatikan, sudahkah Anda melakukan yang terbaik? Apakah kelambanan dalam bekerja atau kebiasaan terlalu banyak bicara daripada bekerja mempengaruhi penilaian terhadap kinerja Anda?

Evaluasi yang diberikan tersebut tentu bisa mempengaruhi perasaan Anda. Namun, alangkah lebih baik jika kekhawatiran terbesar Anda tak menjadi kenyataan.

Tetap tenang
Ketika menghadapi penilaian buruk dari atasan, Anda mungkin merasa lemah. Namun usahakan tetap tenang dan dengarkan apa yang atasan katakan, tanpa berusaha defensif. Fokus saja kepada yang dituturkannya. Jika perlu, Anda bisa mencatat hal-hal penting yang diutarakannya. Dan ingat! Sebaiknya simpan sangkalan Anda untuk lain waktu saja. Sebab, itu tak akan menambah nilai positif pandangan atasan terhadap Anda.

Bagaimanapun, jika atasan sedang marah atau bersikap tak profesional, Anda bisa berusaha mengarahkan untuk melihat kembali kepada fakta dan informasi berguna lainnya. Katakan kepada atasan, ”Saya menghargai ketulusan Anda, tapi saya ingin mendapat umpan balik yang konstruktif agar bisa membantu saya menjadi lebih baik.” Sehingga, mengesankan kepada atasan, Anda mengerti letak permasalahannya. Dan untuk memastikan pula, Anda bisa lebih berorientasi pada solusi.

Beraksi, bukan bereaksi
Jika Anda merasa lemah, tersudutkan, atau merasa marah, coba ambil waktu lebih lama untuk menilik kembali dan menjawab kritik yang dilontarkan atasan. Sebagai karyawan yang profesional sebaiknya Anda minta waktu dan kesempatan lain untuk memikirkan kembali segalanya. Jelaskan kepada atasan, Anda butuh waktu 1-2 hari untuk membangun rencana baru sehubungan isu yang dijadikan kritikan.

Kenyataan bahwa Anda akan kembali dengan sejumlah solusi akan membuat atasan lebih mendukung sikap Anda. Namun, usahakan selama kurun waktu itu Anda benar-benar mengerahkan upaya dalam mengumpulkan ide atau solusi yang dibutuhkan secepatnya.

Ingat, perspektif itu subyektif
Anda tak harus menerima setiap kritik atas fakta performa kerja. Bahkan, sebenarnya boleh saja mengabaikan beberapa bagian yang menurut Anda tidak faktual. Nyatakan poin-poin penting dari review yang Anda buat, lalu Anda dapat menolaknya dengan mengatakan, ”Ada beberapa hal dari sudut pandang berbeda yang saya miliki, dan inilah yang sebenarnya terjadi.”

Dengan melakukannya, Anda akan mendapatkan kendali untuk mengarahkan pembicaraan kembali ke poin-poin yang dimiliki. Ini lebih terlihat bijaksana daripada menyerang evaluasi atasan atas kualitas Anda.

Bersikap realistis
Jika memang mendapatkan penilaian buruk dan Anda tidak sepakat, mungkin perlu untuk memutuskan tetap dengan pekerjaan saat ini atau pindah ke perusahaan lain. Jika masih mencintai pekerjaan Anda, sebaiknya terima masukan dan kritik yang diberikan.

Meski Anda tak sepakat dengan evaluasi atasan, namun kebanyakan orang bernyali menganggap pekerjaan ini tak cocok baginya dan mengabaikan instingnya. Jika memang demikian, memutuskan untuk pindah atau mengambil kesempatan lain bisa menjadi jalan keluar. Namun perlu diingat, jangan memutuskan untuk pindah atau menetap hanya karena Anda merasa takut. Toh, Anda membutuhkan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi untuk pindah ke tempat kerja baru. Jika takut, Anda tak akan mampu membuat keputusan terbaik demi karier Anda.

Pelajari kesalahan
Ketika memulai pekerjaan baru, mungkin Anda akan merasa amat ketakutan kembali dengan evaluasi pertama. Anda bisa mencegah penilaian buruk dengan membuka komunikasi bersama atasan sejak awal bekerja.

Anda bisa memprediksikan evaluasi kerja dengan meminta atasan atau rekan kerja untuk memberikan umpan balik dan mengecek ulang kinerja Anda. Cari tahu seberapa sering Anda mendapat evaluasi jabatan serta memohon peninjauan kembali secara informal atas proyek besar Anda. Orang yang berkomunikasi secara terbuka sejak awal bekerja, akan mendapatkan umpan balik dari lingkungan kerjanya secara alami. Orang seperti ini lebih mudah melakukan perubahan yang baik, karena banyaknya masukan yang didapat dari orang-orang sekitarnya. Oleh karena itu, jadilah Anda sebagai orang yang pertama melakukannya.(Laili Damayanti)

Sumber : kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...